NAMA
: ACHMAD NAWA ROCHMAWAN
NIM : 142110076
KELAS
: II B / PBSI
1.Feminisme
Sosial :
Dalam
hal ini dapat dilihat saat pemilihan
ketua kelas antara farid dan annisa dalam pemilihan ketua kelas dimenangkan
oleh annisa dala hal ini oleh pak yai dimentahkan atau dibatalkan karena wanita
tidak pantas atau tidak boleh menjadi pemimpin yang dimana wanita itu akan
menjadi banyak mudharatnya sehinggga
Dalam
hal ini terlihat dalam juga ketika dalam hal annisa mau melanjutkan sekolah ke
jenjang lebih tinggi atau perkuliahan namun ayahnya
Dapat
juga dilihat dalam annisa yang merasa bukan bisa menjadi istri yang sempurna
bagi khudzori karna dia pernah menikah dan digauli suaminya yang dulu
Kebebasan
menurut annisa hauslah diraih bukan untuk dikekang
2.Feminisme
Radikal :
Terlihat pada adegan yang diperanan ketika
annisa bertanya pada suaminya kapan dia mau kuliah namun malah disiksa oleh
suaminya dan annisa pun memberontak pada suaminya
Annisa
dipojokkan lagi ketika mau wudhu karena tidak mau melayani suaminya dan
berusaha menghindar karena suaminya kasar pada annisa
Wanita
wanita di pesantren yang melempari batu dengan bebas kepada annisa dan khodzori
karena salah paham dan mereka dituduh berzina disitu sangat jelas keradikalan
para wanita yang merasa sama dengan kaum laki laki
3.Feminisme
Liberal :
Annisa
menuntut mau pergi dari rumah karena dia meras tidak nyaman diperlakukan kejam
oleh suaminya yang pertama
Annisa
menampar muka mantan suaminya karena dia merasa mau dilecehkan dan dihina
karena dia baru ditinggal mati oleh suaminya yang ke dua yaitu khudzori .
4.Feminisme
Marxisme
Dalam
film ini benar-benar menyempitkan ruang gerak seorang wanita yang melarang
seorang wanita itu untuk sekolah tinggi.
5.Feminisme Islam
Annisa
merasa islam tidak adil karena membatasi ruang gerak dan peran perempuan dan
lebih mengunggulkan laki laki
Annisa
merasa sudah istigfar namun buat apa karena tidak berguna buat apa karena
annisa merasa sudah tidak ada gunanya
Annisa
dianggap berzina dengan khudzori dan dirajam padahal mereka tidak hanya annisa
curhat dan mengutarakan isi hatinya
Annisa
menentang bahwa wanita itu tidak hanya berada dibawah naungan ketiak laki laki
namun wanita memiliki peran lain yang pernyataan iu dia lontarkan pada kakaknya
reza yang menggantikan ayahnya di pesantren
Dalam
film wanita berkalung sorban ini hanya menonjolkan di dalam sebuah pesantren,
selalu menunjukan hukum seorang wanita dalam islam. Yang harus patuh dan
terhadap suaminya.
0 komentar:
Posting Komentar